Legenda Italia Soroti Ketidakberuntungan Virgil van Dijk Raih Ballon d’Or 2019

Bek Liverpool dan Timnas Belanda, Virgil van Dijk harus mengubur impiannya untuk meraih penghargaan Ballon d'Or tahun lalu. Pemain yang berposisi bek tersebut harus menempati ranking kedua dalam penghargaan Ballon d'Or 2019. Van Dijk hanya kalah dengan selisih tujuh suara saja dari pemain Barcelona, Lionel Messi.

Messi akhirnya berhasil dinobatkan sebagai pemenang Ballon d'Or tahun lalu sekaligus membuat dirinya telah mengoleksi penghargaan tersebut sebanyak enam kali. Van Dijk sebenarnya sangat berpeluang besar memenangkan penghargaan individu paling bergengsi tersebut. Hal ini dikarenakan performanya yang luar biasa sepanjang tahun lalu baik di level klub maupun timnas.

Di level klub, van Dijk mampu membawa Liverpool meraih tiga trofi bergengsi. Mulai dari Liga Champions, Piala Super Eropa hingga Piala Dunia Antar Klub 2019. Van Dijk juga tampil gemilang bermain bersama negaranya, Timnas Belanda.

Eks pemain Southampton tersebut mampu membawa Timnas Belanda menjadi finalis Nations League 2019. Nasib kurang beruntung yang dialami van Dijk itulah yang kini mendapatkan simpati dari legenda Timnas Italia, Fabio Cannavaro. Fabio Cannavaro yang pernah meraih Ballon d'Or 2006 merasa van Dijk berada dalam posisi kurang menguntungkan.

Hal ini dikarenakan ia sebagai bek harus bersaing dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang berposisi sebagai penyerang. Statistik yang ditorehkan oleh penyerang tentu akan sangat berbeda jika dibandingkan dengan bek. Lebih lanjut, Cannavaro menilai bukan perkara mudah bagi pemain yang berposisi bek untuk memenangkan penghargaan Ballon d'Or.

"Saya telah mengirim pesan kepada van Dijk untuk memberikan selamat kepadanya pada musim lalu, tetapi sebagai bek memang sulit menang," kata Cannavaro seperti yang dikutip dari . Cannavaro yang merupakan kapten Timnas Italia merengkuh Piala Dunia 2006 mengganggap butuh sekedar trofi dan kinerja hebat untuk mendapatkan Ballon d'Or. Setidaknya pemain tersebut bermain bersama Ronaldo dan Messi dalam satu tim.

Sebagaimana keberhasilan Luka Modric yang memenangkan Ballon d'Or 2018 yang bermain bersama Ronaldo di Real Madrid. "Anda tidak hanya perlu memiliki kinerja hebat untuk memenangkan penghargaan tersebut," kata eks pemain Juventus tersebut. "Anda kurang beruntung jika tidak memiliki penyerang seperti Ronaldo dan Messi di tim Anda, itulah kuncinya," lanjutnya.

"Jika Anda satu tim dengan Ronaldo dan Messi, Anda memulai permainan 1 0," kata sang pemenang Piala Dunia 2006 itu. Walaupun demikian, Messi yang telah dinobatkan sebagai pemenang Ballon d'Or 2019 dianggap juga cukup layak. Hal ini mengingat performa luar biasa yang ditorehkan La Pulga bersama Barcelona pada musim lalu.

Sepanjang musim 2018/2019, Messi mampu mencetak 51 gol di semua kompetisi. Di musim tersebut, sudah 11 gol yang digelontorkan Messi di semua kompetisi. La Pulga julukan Messi juga mampu membawa Barcelona meraih gelar La Liga dan Piala Super Spanyol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *